Sistem Penjaminan Mutu Internal

SPMI Workshop

Pola Continuous Quality Improvement (CQI)

Kebanyakan perguruan tinggi lebih mementingkan akreditasi atau SPME dari pada mementingkan SPMI, memang akreditasi selalu menjadi tujuan peningkatan mutu prodi atau Perguruan Tinggi. Begitu akreditasi keluar institusi tidak lagi melakukan evaluasi mutu secara internal. Dalam Undang-undang tersebut, proses SPMI harus dilakukan perguruan tinggi minimal setiap setahun sekali.

Jika prodi atau Perguruan Tinggi hanya meningkatkan mutu semata guna mencapai nilai akreditasi baik, ada kecenderungan mutu internal tidak akan meningkat. hal terpenting guna mencapai akreditasi yang baik ialah dengan menerapkan pola Continuous Quality Improvement (CQI) Dengan meningkatkan mutu internal terlebih dahulu, dapat dipastikan proses akreditasi juga akan baik.

Penyusunan SPMI

Sistem Penjaminan Mutu Internal Perguruan tinggi (PT) berkewajiban melaksanakan SN-Dikti yang terdapat dalam Permenristekdikti No. 44 Tahun 2015. Demi peningkatan mutu perguruan tinggi Indonesia. JHEC berinisiatif memberikan konsultasi penerapan Permenristekdikti dalam bentuk penyusunan kebijakan  standar penjaminan mutu internal (SPMI) yang merupakan payung dalam  menyusun pedoman SPMI-PT; dokumen Mutu SPMI-PT; dokumen Formulir SPMI-PT. Pedoman dan dokumen SPMI tersebut dapat diturunkan ke Fakultas/Program  Studi di Lingkungan PT.